![]() |
| Periode Emas Jose Mourinho di Intermilan |
Situasi pelik akhirnya bisa berakhir ketika Jose Mourinho mendatangkan striker kelas dunia yang lainya yakni Diego Milito. Dibeli dari tim Italia lainya Genoa, striker asal Argentina ini akhirnya berhasil membalas kepercayaan yang telah diberikan oleh Jose Mourinho dengan penampilanya yang sangat prima sebagai seorang pencetak gol untuk klub Intermilan, akan selalu dikenang dimana Dieogo Milito mencetak gol pada saat pertandingan-pertandingan penting bagi Intermilan, pertandingan final menjadi langganan Dieogo Milito untuk mencetak gol bagi Intermilan.
Selain Diego Milito Jose Mourinho mendapatkan pemain yang tak kalah hebatnya yakni Wesley Sneijder. Pemain yang sebelumnya bermain sebagai playmaker di Real Madrid, yang jarang dimainkan dan meminta untuk pergi akhirnya berlabuh di Intermilan dibawah komando Jose Mourinho. Dengan adanya Sniedjer, Jose Mourinho memiliki banyak opsi untuk mengatur strategi pada timnya. Intermilan lebih stabil dalam mengontrol lapangan tengah, lebih tajam dalam menyerang dan lebih kuat dalam bertahan. Snierdjer juga sangat ahli dalam melakukan tendangan bebas dan tendangan penjuru.
Kehadiran Diego Milito, Samuel Eto'o dan juga Wesley Sneidjer melengkapi pemain-pemain Intermilan yang lainya yakni, Tiago Mota sebagai pemain tengah, Goran Panven sebagai striker, Mario Baloteli sebagai striker, Marco Materazzi central bek. Kombinasi antar semuanya menjadi sebuah kesatuan tim yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Ketika para pemain utama absen, pemain pelapis bisa menggantikan peranya dengan sangat baik sekali. Sehingga Jose Mourinho pada saat itu tidak pernah kehilangan stock pemain untuk suatu pertandingan. Setiap pertandingan selalu dan selalu menghasilkan kemengan bagi Intermilan.
Musim berjalan dan akhirnya Intermilan menjadi juara Liga Italia Serie A dengan menyisahkan masih beberapa pertandingan terakhir. Juventus, AC Milan, AS Roma, Lazio, Fiorentina akhirnya tidak mampu untuk mengejar poin yang telah diraih oleh Intermilan pada saat itu.
Intermilan juga mampu merebut gelar Piala Copa Italia dengan mengalahkan AS Roma dipertandingan final dengan sekor 1-0. Diego Milito menjadi pahwalan dengan dua golnya kegawang AS Roma. Setelah sebelum pertandingan pelatih AS Roma yakni Claudio Ranieri menyatakan akan mengalahkan dan mempermalukan Intermilan pada pertandingan tersebut. Namun, hasil berkata lain Intermilan akhirnya mengalahkan AS Roma dan menjadi Juara Copa Italia.

No comments:
Post a Comment